"Ekstremis ISIS menyembunyikan bahan peledak di dekat tembok luar gedung kedutaan Spanyol di Tripoli, yang menyebabkan sejumlah kerusakan pada bangunan dan gedung-gedung sekitarnya," ujar pejabat setempat Issam Naas seperti dikutip kantor berita AFP, Selasa (21/4/2015).
Tak ada laporan korban luka dalam insiden pengeboman ini. Sejumlah akun terkait ISIS cabang Libya mengklaim serangan bom tersebut di Twitter.
Kelompok ISIS yang telah menguasai sebagian wilayah Suriah dan Irak, meraih banyak dukungan kelompok-kelompok jihadis di Timur Tengah dan Afrika Utara. Beberapa kelompok militan di Libya yang dilanda konflik itu, juga telah menyatakan kesetiaan kepada ISIS.
Libya terus dilanda konflik sejak pergolakan pada tahun 2011. Negara tersebut kini memiliki dua pemerintahan dan dua parlemen dan pertumpahan darah pun terus terjadi karena kelompok-kelompok bersenjata saling memperebutkan kota-kota dan kekayaan minyak Libya.
(ita/ita)











































