ABG 13 Tahun di Spanyol Bunuh Gurunya di Sekolah

ABG 13 Tahun di Spanyol Bunuh Gurunya di Sekolah

- detikNews
Selasa, 21 Apr 2015 09:34 WIB
ABG 13 Tahun di Spanyol Bunuh Gurunya di Sekolah
Ilustrasi
Barcelona - Seorang remaja berusia 13 tahun di Spanyol membunuh gurunya sendiri dan melukai 4 orang lainnya. Remaja laki-laki ini menghabisi gurunya dengan busur silang dan pisau di dalam sekolah.

Seperti dilansir AFP, Selasa (21/4/2015), serangan brutal ini terjadi di Sekolah Menengah Joan Fuster yang ada di Barcelona, yang memiliki 500 murid dan 40 guru. Serangan ini terjadi pada Senin (20/4) waktu setempat, sesaat setelah kelas dimulai pada pagi hari.

"Terdengar teriakan dari kelas yang lain, guru pergi keluar ke lorong sekolah. Kami mendengar suara ribut yang keras, kami melihat ke lorong sekolah dan melihat guru itu tergeletak di lantai," tutur salah satu murid berusia 13 tahun, Maria Camila Ospina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami bersembunyi di belakang meja dan kursi dan dia (pelaku) masuk ke dalam kelas, dia mencari teman sekelasnya dan menusuknya di bagian dada lalu keluar ke lorong sekolah," imbuhnya.

Ospina menambahkan, pelaku membawa sebuah busur silang dan pisau. Para murid lainnya menumpuk meja dan kursi di dekat pintu ruang kelas agar pelaku tidak bisa masuk. Sedangkan beberapa murid lainnya berlarian ke halaman sekolah ketika pelaku menjauh dari mereka.

Kepolisian setempat tidak menyebut senjata apa yang menewaskan sang guru. Namun sumber kepolisian setempat menyatakan, pelaku memang membawa sebuah pisau dan sebuah busur silang saat beraksi.

Motif serangan ini masih belum jelas. Namun insiden ini terjadi menjelang peringatan 16 tahun pembantaian Columbine High School pada tahun 1999 lalu, ketika dua remaja menembak mati seorang guru dan 12 teman sekelasnya, lalu bunuh diri.

Dalam insiden ini, pelaku berhasil dilumpuhkan oleh seorang guru olahraga. Pelaku kemudian dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa kejiwaannya. Menteri Pendidikan Regional, Irene Rigau menuturkan dalam konferensi pers, bahwa pelaku kemungkinan mengalami 'saat kegilaan' saat melakukan aksi brutal ini.

Identitas guru yang tewas dalam insiden ini tidak dirilis ke publik. Namun beberapa murid menyebut guru yang tewas merupakan guru pengganti yang mengajar ilmu sosial di sekolah tersebut.

Kepolisian setempat menyebutkan empat orang lainnya yang mengalami luka-luka dalam insiden ini, terdiri atas dua guru dan dua murid. Salah satu guru yang terluka sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit dan telah diperbolehkan pulang. Sedangkan tiga korban luka lainnya masih dirawat di rumah sakit setempat.


(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads