Syrian Observatory for Human Rights melaporkan, sedikitnya enam orang yang merupakan satu keluarga tersebut tewas dalam serangan tentara pemerintah Suriah di wilayah Dael, yang dikuasai kelompok pemberontak. Kelima anak yang tewas berusia di bawah 18 tahun. Demikian seperti dilansir AFP, Senin (20/4/2015).
Dua kakak-beradik lainnya dan seorang kerabatnya tewas akibat serangan udara yang sama. Tidak hanya itu, serangan rezim pemerintah Suriah dengan menggunakan bom barel juga terjadi di wilayah Al-Karak al-Sharqi dan menewaskan 6 orang sekeluarga, termasuk 3 wanita dan seorang anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rezim (pemerintah Suriah) meningkatkan serangan udara setelah kehilangan Provinsi Daraa dalam beberapa bulan terakhir," sebut Direktur Syrian Observatory, Rami Abdel Rahman.
Sedangkan pemberontak Suriah meraih dua kemenangan dalam pertempuran melawan militer pemerintah Suriah, dengan menguasai pelintasan perbatasan utama dengan Yordania dan kota kuno Bosra al-Sham. Di wilayah timur laut, militer pemerintah Suriah dilaporkan kehilangan kota Idlib.
Mengenai situasi ini, para pengamat mengatakan, pendukung utama kelompok pemberontak Suriah, sepert Arab Saudi, Turki dan Qatar kemungkinan besar telah menyelesaikan perbedaaan mereka dan mengirimkan suplai persenjataan lebih banyak demi menghentikan pergerakan tentara pemerintah Suriah. Tujuan lainnya ialah untuk meredam pengaruh Iran, yang merupakan sekutu dekat Suriah.
Di wilayah lain, tepatnya di Yaman, koalisi yang dipimpin oleh Saudi tengah gencar meluncurkan serangan udara terhadap pemberontak Houthi yang didukung kuat oleh Iran, yang juga musuh abadi Saudi.
(nvc/ita)











































