Hal tersebut disampaikan Khamenei dalam pidatonya di depan para komandan dan tentara Iran seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (20/4/2015).
"Pihak lain dengan penghinaannya, mengancam kita setiap waktu," cetus Khamenei seraya membantah Iran berupaya memproduksi bom atom dan bersikeras bahwa doktrin militer negeri itu bersifat defensif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah AS sejak lama telah menyatakan bahwa, mengebom tempat-tempat nuklir Iran dan fasilitas penting lainnya mungkin dilakukan jika Teheran tidak menghentikan aktivitas nuklirnya.
Dalam pidatonya, meski tidak menyebut nama Dempsey, Khamenei mengatakan: "Setelah waktu berdiam diri oleh pihak lain, salah satu pejabatnya baru-baru ini kembali membahas opsi-opsi yang ada."
"Di satu sisi mereka menggertak, dan di sisi lain mereka mengatakan Republik Islam Iran harus menghentikan kemajuan defensifnya, yang ini adalah komentar bodoh," cetus Khamenei.
"Iran tak akan pernah menerima komentar bodoh seperti itu dan negara ini telah membuktikan bahwa jika diserang, dia akan mempertahankan diri dengan sangat kuat. Dia akan bangkit bersatu dan jadi seperti pukulan kuat terhadap para agresor tak logis," tandasnya.
(ita/ita)










































