Seperti dilansir AFP, Sabtu (18/4/2015), tim gabungan pemberantasan terorisme di Melbourne juga melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi. Polisi menyebutkan, dua tersangka yang dijerat dakwaan terorisme masih berusia 18 tahun.
"Diduga pria-pria tersebut tengah mempersiapkan aksi terorisme di Australia, yang termasuk serangan terhadap anggota kepolisian," demikian pernyataan kepolisian Victoria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepolisian menyatakan, penggeledahan masih terus dilakukan di beberapa rumah yang dicurigai terkait terorisme.
Otoritas Australia dalam kondisi waspada terorisme, terutama semenjak adanya aksi penyanderaan di kafe Sydney pada Desember 2014 lalu. Ditambah adanya informasi bahwa sedikitnya 110 warga Australia telah pergi di Suriah dan Irak untuk berjihad bersama militan ISIS.
Lebih dari 30 orang di antaranya diketahui telah pulang kembali ke Australia, dan dikhawatirkan merencanakan serangan teror. Bahkan Perdana Menteri Tony Abbott memperingatkan bahwa ancaman dari ekstremis yang muncul di dalam wilayah Australia (home-grown) semakin mengkhawatirkan.
Serangkaian operasi pemberantasan terorisme pun ditingkatkan oleh kepolisian Australia di berbagai wilayah. Salah satunya penangkapan dua pria di Sydney, pada Februari lalu. Saat itu polisi mengklaim telah menggagalkan rencana serangan teror di Sydney. Sebuah bendera ISIS, sebuah golok dan video berbahaya Arab yang menjelaskan detail rencana serangan, berhasil disita dari kedua tersangka.
(nvc/kha)











































