Araceli Meza (49) yang merupakan pendeta di Balch Springs, Dallas ini dijerat dakwaan menyebabkan luka serius terhadap seorang anak. Polisi setempat menyebutkan, balita itu tewas di rumah, yang juga menjadi gereja kecil Meza dan ditinggali empat keluarga sekaligus. Menurut saksi mata, balita berjenis kelamin laki-laki itu hanya diberi air minum saja selama 25 hari.
"Kami meyakini bisa saja ada banyak tersangka, termasuk orangtuanya (balita), tapi kami tidak tahu siapa tersangka utama dan siapa saksi mata hingga kami menginterogasi semuanya," terang Letnan Polisi Mark Maret dari kepolisian Balch Springs, seperti dilansir Reuters, Kamis (16/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Meza yang ditahan dengan jaminan US$ 100 ribu, menolak untuk diinterogasi. Dia bahkan belum menunjuk pengacara untuk mendampinginya dalam kasus ini.
Dalam kasus ini, polisi mendatangi rumah Meza setelah mendapat informasi dari seseorang yang tidak menyebut identitasnya. Tiba di rumah tersebut pada 26 Maret, polisi mendapat informasi bahwa balita itu sudah tewas sejak empat hari sebelumnya.
Menurut dokumen penangkapan, saksi mata menyebutkan bahwa Meza sempat berusaha membangkitkan balita itu dari kematian. Balita itu kemudian dibungkus selimut dan dibawa ke Meksiko.
Dokumen itu juga menyebutkan bahwa salah satu jemaat gereja sempat berusaha memberi makan kepada balita itu, tapi malah dimarahi karena dianggap mengganggu ritual untuk mengakhiri kerasukan setan yang dialami balita tersebut. Meza dan suaminya yang merupakan pemimpin gereja itu, menemani orangtua balita itu ke Meksiko dengan membawa jasad si balita.
(nvc/ita)











































