Puluhan tentara dan pemberontak etnis Kokang telah tewas sejak konflik pecah di wilayah terpencil di negara bagian Shan tersebut pada 9 Februari. Sementara puluhan ribu orang telah kabur dari wilayah perbatasan itu dan masuk ke China. Demikian seperti diberitakan AFP, Kamis (16/4/2015).
Sejak itu, serangan-serangan udara militer Myanmar pun telah meluas ke wilayah China. Beberapa warga sipil pun tewas dan memicu kemarahan pemerintah China yang mengerahkan jet-jet tempurnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasukan Myanmar tersebut ikut serta dalam operasi militer selama 10 hari yang berakhir pada Rabu (15/4). Dalam operasi ini, puluhan bunker pemberontak berhasil dihancurkan. Menurut The Mirror, dua jasad pemberontak Kokang telah ditemukan, beserta senjata-senjata berat dan kecil.
(ita/ita)










































