Saudi Sebut Serangan Udara terhadap Houthi di Yaman Sangat Sukses

Saudi Sebut Serangan Udara terhadap Houthi di Yaman Sangat Sukses

- detikNews
Kamis, 16 Apr 2015 14:51 WIB
Saudi Sebut Serangan Udara terhadap Houthi di Yaman Sangat Sukses
Tentara Saudi menyerang posisi Houthi di perbatasan (Reuters)
Washington - Serangan udara yang dilakukan pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi terhadap pemberontak Houthi di Yaman, diklaim sangat sukses. Bahkan Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat menyebut serangan udara ini berjalan melampaui tujuan yang ditetapkan.

"(Serangan udara) Mampu melumpuhkan dan menghancurkan banyak infrastruktur militer yang dikuasai Houthi dan Saleh (mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh)," tutur Duta Besar Saudi untuk AS, Adel al-Jubeir seperti dilansir AFP, Kamis (16/4/2015).

Kepada wartawan di Washington, Dubes Jubeir menyatakan, pihaknya mulai melihat perpecahan di dalam tubuh pemberontak Houthi dan jajaran militer pembela Saleh. Kedua kelompok itu berniat mengambil alih kekuasaan Yaman, setelah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi mengasingkan diri ke Saudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami melihat komandan militer yang membelot, mulai kembali ke militer Yaman," sebutnya.

"Kami mengharapkan untuk melihat lebih banyak lagi dari mereka (yang kembali) seiring semakin meningkatnya tekanan," imbuh Jubeir.

"Operasi ini akan terus berlanjut hingga target kita tercapai. Tidak ada langkah setengah-setengah," tegasnya.

Lebih lanjut, Dubes Jubeir menyebut penyaluran senjata dari Iran kepada pemberontak Houthi telah berhenti semenjak serangan udara koalisi Saudi dilancarkan pada 26 Maret dan semakin ditingkatkan dalam tiga minggu terakhir.

"Kami menguasai udara dan inspeksi kapal. Kami tidak melihat adanya penyaluran persenjataan dari Iran kepada Houthi dengan kapal," tuturnya.

Komisi pertahanan lokal di Yaman yang didukung Saudi, juga mulai mengalami kesuksesan dalam pertempuran melawan Houthi. Mereka berhasil merebut sebagian wilayah Aden dan wilayah lainnya yang dikuasai Houthi.

"Koalisi berhati-hati dalam menyerang target militer dan meminimalkan korban sipil," tandas Jubeir.


(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini