Kepolisian setempat telah mengeluarkan perintah larangan mendekat bagi pelaku yang berprofesi sebagai pengusaha tersebut. Bahkan si ibu guru yang berusia 44 tahun ini, telah diberi panic button oleh polisi jika ada situasi darurat, namun langkah ini tidak berhasil.
Seperti dilansir AFP, Kamis (16/4/2015), pelaku yang tidak disebut namanya, mendatangi taman kanak-kanak tempat korban mengajar dan menikamnya di leher dengan pisau beberapa kali. Yang mengerikan, penikaman ini terjadi di depan murid-murid korban yang rata-rata masih berusia 3-4 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas setempat tidak menyebut lebih lanjut identitas korban, yang diketahui merupakan ibu dari dua anak yang sudah beranjak remaja.
Namun disebutkan polisi, pelaku yang juga pecandu alkohol ini kerap bertindak kasar. Tidak hanya itu, pelaku juga memiliki riwayat gangguan mental. Motif penikaman ini masih belum diketahui pasti.
Tidak diketahui berapa lama pelaku dan korban menjalin hubungan, dan apa penyebab putusnya hubungan mereka. Polisi hanya menyatakan, pelaku kini dalam penahanan kepolisian setempat untuk kemudian diadili atas perbuatannya.
(nvc/ita)










































