Seperti dilansir news.com.au, Rabu (15/4/2015), korban yang berusia 19 tahun ini awalnya sama sekali tidak menyadari jika dirinya menjadi korban pemerkosaan. Ketika polisi merilis foto-foto yang diambil dari potongan video yang diambil orang lain saat kejadian, barulah korban menyadari apa yang terjadi padanya.
"Korban tak sadarkan diri dan diberi semacam narkoba," terang pejabat informasi publik dari kantor Sheriff Bay County, Ruth Corley, yang menyelidiki kasus ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban tidak sadarkan diri dan sama sekali tidak tahu apa yang terjadi, sebelum kami menghubunginya," sebut Corley.
Dalam video yang beredar di internet, terlihat sedikitnya ada empat pria yang mengerumuni korban yang terbaring tak sadarkan diri di kursi pantai di kawasan Panama City, Florida. Ratusan orang lainnya asyik berpesta di kawasan pantai tersebut, bahkan ada tiga gadis lainnya yang terlihat berdiri di dekat lokasi kejadian dan malah sibuk mengobrol.
"Kami mengidentifikasi korban melalui tato di tubuhnya dan korban muncul dan berkata, 'itu saya'. Kami mengirimkan informasi soal gambar tato korban dan bagian bawah wajahnya agar dia bisa mengenali dirinya sendiri," jelas Corley.
"Korban menghubungi kami dan mengatakan 'itu saya', kami harus menjelaskan apa yang terjadi," tuturnya.
Video tersebut diketahui diambil pada 10-12 Maret lalu. Polisi menyebut video ini sebagai hal yang paling menjijikkan dan memuakkan yang pernah mereka lihat. Kepolisian setempat menyadari bahwa perayaan pesta menyambut musim semi semacam itu sangat berpotensi menjadi kacau hingga di luar kendali.
Dua pelaku di antaranya, Delonte Martistee (22) dan Ryan Austin Calhoun (23) yang merupakan mahasiswa Troy University ditangkap polisi pada Jumat (10/4). Keduanya dijerat dakwaan penyerangan seksual oleh banyak pelaku.
"Diharapkan bisa segera mengidentifikasi pelaku ketiga," demikian pernyataan kantor Sheriff Bay County kepada news.com.au.
Sedangkan untuk pelaku keempat, kepolisian sedikit kesulitan dalam mengidentifikasinya. "Bagian tubuh pelaku yang bisa kami lihat hanya tangannya," imbuhnya.
Sejauh ini sudah ada 3 saksi mata yang mendatangi polisi. Diharapkan akan ada lebih banyak saksi mata untuk membantu penyelidikan kasus ini.
(nvc/ita)











































