Ratusan Warga AS Mengungsi dari Konflik Yaman dengan Kapal Asing

Ratusan Warga AS Mengungsi dari Konflik Yaman dengan Kapal Asing

- detikNews
Rabu, 15 Apr 2015 11:16 WIB
Ratusan Warga AS Mengungsi dari Konflik Yaman dengan Kapal Asing
Ilustrasi
Sanaa - Ratusan warga Amerika Serikat dan keluarganya menyelamatkan diri dari konflik Yaman dengan menumpang kapal asing. Mereka bergabung dengan kumpulan orang-orang yang melakukan eksodus demi menghindari pertempuran sengit di Yaman.

Disampaikan seorang pejabat pemerintahan AS, seperti dilansir AFP, Rabu (15/4/2015), ratusan warga AS itu dievakuasi dengan selamat oleh kapal-kapal asing dari India, Korea Selatan dan Rusia yang berlayar dari Yaman melewati Laut Merah menuju ke Djibouti, Tanduk Afrika.

Pekan lalu, otoritas AS mengakui pihaknya belum memiliki rencana mengevakuasi warganya yang terjebak konflik di Yaman. AS justru mendorong warganya untuk mengungsi ke tempat aman, tanpa memberikan bantuan. Hal ini jelas memicu kemarahan warga AS yang juga memiliki kewarganegaraan Yaman, yang merasa diabaikan pemerintah AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf menyebut tudingan bahwa pemerintah AS mengabaikan warganya di Yaman, sangatlah kasar. Harf menjelaskan, warga AS yang tiba di Djibouti akan mendapat makanan, minuman dan layanan medis serta mendapat penampungan yang layak dari pejabat diplomatik AS yang di negara tersebut.

Warga AS yang mengungsi akan menjalani pemeriksaan dan diproses untuk bisa pulang ke AS. Bahkan jumlah staf diplomatik AS di negara tersebut sengaja ditambah untuk membantu proses aplikasi keluarga warga AS secepat mungkin.

"Dinas Keamanan Dalam Negeri AS memberikan kewenangan khusus bagi tim konsuler di Djibouti untuk menerima dan mengabulkan permohonan visa imigran bagi pasangan, anak dan orangtua warga AS," terang Harf.

Secara terpisah, Duta Besar AS untuk Djibouti, Tom Kelly menyebutkan ada 178 warga negara AS dan 125 anggota keluarganya yang bukan warga AS, yang telah tiba di Djibouti dengan menumpang 12 kapal dan satu pesawat asing.

"Thank you #Djibouti for your hospitality and humanitarian aid for #Yemenrefugees," tulis Dubes Tom Kelly via akun Twitter-nya.

Otoritas AS menambahkan, muncul kekhawatiran bahwa setiap operasi penyelamatan warga AS di Yaman akan menjadi target serangan. Hingga kini, gempuran via udara masih terus dilakukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi melawan pemberontak Houthi di Yaman.

"Kami sebenarnya berpikir jika aset militer AS dikerahkan di pelabuhan (Yaman), maka akan menjadi ancaman keamanan," ucap seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS yang enggan disebut namanya, menanggapi kritikan mengapa AS tidak melakukan upaya evakuasi secara langsung seperti negara-negara lain.

"Kami terus berkomunikasi dengan negara-negara lain, berbicara dengan mereka soal fasilitas apa saja yang tersedia," imbuhnya.


(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini