7 Warga Prancis Tewas Dalangi Serangan Bunuh Diri di Suriah dan Irak

7 Warga Prancis Tewas Dalangi Serangan Bunuh Diri di Suriah dan Irak

- detikNews
Selasa, 14 Apr 2015 19:04 WIB
7 Warga Prancis Tewas Dalangi Serangan Bunuh Diri di Suriah dan Irak
Ilustrasi (AFP)
Paris - Tidak sedikit pelaku jihad asing yang tewas dalam pertempuran bersama militan di Suriah dan Irak. Otoritas Prancis mengakui sedikitnya 7 warga Prancis telah melakukan serangan bunuh diri di Suriah dan juga Irak.

Saat berbicara di hadapan parlemen Prancis, seperti dilansir AFP, Selasa (14/4/2015), Perdana Menteri Prancis Manuel Valls menyebutkan bahwa ratusan warga Prancis telah berhasil mencapai wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS di Suriah dan Irak.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 7 orang di antaranya tewas saat melakukan serangan bunuh diri bagi ISIS. "Yang paling muda belum mencapai usia 20 tahun," sebut PM Valls.

"Apakah Daesh (nama lain ISIS) dengan sengaja mengorbankan orang-orang seperti ini (warga asing) dan menjadikannya prioritas? Apakah kandidat yang melakukan serangan bunuh diri harus membuktikan ideologi mereka untuk memastikan keyakinan mereka?" tanyanya.

"Dalam hal lain, hal ini menunjukkan bagaimana kemampuan Daesh dalam memberikan doktrin," ucap PM Valls.

Informasi ini diungkapkan PM Valls saat berbicara mengenai rancangan undang-undang spionase kontroversial yang masih dibahas parlemen Prancis. Baru-baru ini, anggota parlemen tengah sibuk berdebat mengenai apakah mata-mata Prancis akan diizinkan untuk meretas data dari para tersangka pelaku jihad atau anggota militan radikal.

Pernyataan PM Valls ini muncul selang sehari setelah surat kabar Prancis, Le Figaro merilis artikel wawancara dengan Komisioner Kehakiman Uni Eropa Vera Jourova yang menyebut ada sekitar 5 ribu hingga 6 ribu warga Eropa yang kini tengah bertempur untuk militan-militan di Suriah.

Hingga kini, ISIS masih menguasai sejumlah besar wilayah Suriah dan Irak. Pertempuran melawan ISIS via udara masih terus dilakukan pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat, dengan dibantu tentara dan milis Irak dari darat.

(nvc/nwk)


Berita Terkait