Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Selasa (14/4/2015), Departemen Kepolisian Bakersfield menyatakan, polisi senior Aaron Stringer dengan tidak sopan menyentuh jasad Ramiro Villegas yang ditempatkan di salah satu ruangan di rumah sakit setempat. Insiden ini terjadi pada November 2014 lalu, tepat sehari setelah Villegas ditembak mati oleh polisi.
Penyataan kepolisian tersebut tidak menjelaskan lebih lanjut aksi 'nakal' Stringer. Namun hanya menyatakan bahwa Stringer dijatuhi sanksi cuti administratif sehari setelah insiden ini terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut surat kabar tersebut, yang mengutip laporan dari polisi setempat disebutkan bahwa Stringer pernah mengatakan kepada rekan polisinya di rumah sakit tersebut, bahwa dia suka bermain-main dengan jenazah sambil tertawa.
Dilaporkan Bakersfiled Californian, Stringer tidak diizinkan oleh kantor koroner setempat untuk menyentuh jasad Villegas. Menanggapi kasus ini, Stringer menolak berkomentar dan menyatakan dirinya telah menunjuk pengacara.
Polisi setempat menembak mati Villegas pada 13 November 2014 setelah pengejaran sengit dengan mobil polisi. Saat tersudut, Villegas keluar dari mobilnya dan mendekati mobil polisi sembari tangannya bergerak ke pinggang seolah hendak mengambil senjata.
Polisi pun menembaknya karena dikhawatirkan Villegas membawa senjata api. Namun belakangan diketahui bahwa tidak ada senjata di lokasi kejadian. Pada Februari lalu, kantor jaksa distrik Kern County menolak untuk membawa kasus penembakan Villegas ini ke pengadilan.
(nvc/ita)











































