2 Ribu Wanita dan Anak-anak Nigeria Diculik Boko Haram Sejak 2014

2 Ribu Wanita dan Anak-anak Nigeria Diculik Boko Haram Sejak 2014

- detikNews
Selasa, 14 Apr 2015 10:40 WIB
2 Ribu Wanita dan Anak-anak Nigeria Diculik Boko Haram Sejak 2014
militan Boko Haram (AFP)
Abuja, - Kelompok militan Boko Haram telah menculik setidaknya 2 ribu wanita dan anak-anak perempuan sejak awal tahun lalu. Para sandera itu dijadikan sebagai juru masak, budak seks dan pejuang. Bahkan sebagian dari mereka dibunuh karena tidak menuruti kemauan kelompok radikal Nigeria tersebut.

Demikian disampaikan kelompok HAM Amnesty International dalam laporan setebal 90 halaman seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (14/4/2015). Laporan ini didasarkan pada puluhan wawancara dengan para saksi mata dan korban penculikan yang berhasil kabur.

Laporan ini dirilis setahun setelah Boko Haram menculik lebih dari 200 anak perempuan dari Chibok. Hingga saat ini, mayoritas dari anak-anak sekolah tersebut masih belum ditemukan, meski negara-negara Barat telah membantu menelusuri keberadaan mereka. Bahkan otoritas Chad pun telah berupaya untuk memediasi pembebasan anak-anak perempuan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau, anak-anak perempuan itu telah dinikahkan dengan para anggota Boko Haram.

Dalam laporannya, Amnesty mengutip kesaksian seorang gadis berumur 19 tahun yang telah diculik saat acara pernikahan pada September 2014. Dia diculik Boko Haram bersama pengantin perempuan dan adik perempuan si pengantin. Mereka disekap di sebuah kamp pelatihan di Madagali bersama ratusan pejuang wanita.

"Saya termasuk gadis-gadis yang dilatih untuk menembak. Saya juga dilatih untuk menggunakan bom dan menyerang sebuah desa," ujar gadis yang mengaku diperkosa bergiliran oleh para militan Boko Haram. Menurut wanita muda yang tak ingin disebut namanya itu, beberapa wanita yang menolak masuk Islam ataupun menolak bertempur telah dibunuh.

Banyak pria yang menolak bergabung ke Boko Haram juga telah dibunuh. Menurut pengakuan dua pemuda kepada periset Amnesty, setidaknya 100 pria dieksekusi mati dalam sehari pada Desember 2014 lalu, ketika Boko Haram menyerang wilayah Madagali.

"Eksekusi mengerikan ini, kekerasan seksual, rekrutmen prajurit anak, merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dan itu semua perlu diinvestigasi oleh otoritas Nigeria," tegas Daniel Eyre, penulis laporan Amnesty tersebut.


(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini