500 Pemberontak Houthi Tewas Akibat Serangan Udara Saudi dan Koalisi

500 Pemberontak Houthi Tewas Akibat Serangan Udara Saudi dan Koalisi

- detikNews
Senin, 13 Apr 2015 18:56 WIB
500 Pemberontak Houthi Tewas Akibat Serangan Udara Saudi dan Koalisi
Ilustrasi (US News.com)
Sanaa - Lebih dari 500 pemberontak Houthi dilaporkan tewas dalam pertempuran di Yaman. Para pemberontak Syiah yang berusaha menguasai Yaman ini tewas akibat serangan udara yang dilancarkan Arab Saudi dan koalisinya.

Seperti disampaikan kantor berita Saudi Press Agency dan dilansir CNN, Senin (13/4/2015), bahwa koalisi 9 negara kawasan Arab telah meluncurkan sedikitnya 1.200 serangan udara di wilayah Yaman, semenjak 26 Maret 2015 lalu. Hingga kini, serangan udara masih terus dilakukan mengingat konflik semakin meluas di wilayah Yaman.

Pejabat Kementerian Pertahanan Saudi, Jenderal Ahmed Asiri menyatakan bahwa serangan udara tersebut dimaksudkan untuk mencegah pemberontak Houthi untuk bergerak lebih jauh ke Yaman bagian selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bentrokan terjadi pada Jumat (10/4) di wilayah Najran, dekat perbatasan Saudi. Tentara Saudi membalas dengan serangan mortir terhadap pemberontak Houthi yang ada di wilayah perbatasan Saudi. Akibat bentrokan tersebut, tiga tentara Saudi dilaporkan tewas dan dua tentara lainnya mengalami luka-luka.

Dalam pernyataannya, Kementerian Kesehatan Yaman menyebut sedikitnya ada 385 warga sipil yang tewas dalam pertempuran di Yaman. Sedangkan sebanyak 342 orang lainnya menjadi korban luka.

Secara terpisah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan jumlah korban tewas maupun korban luka yang lebih besar. Menurut WHO, sedikitnya 648 orang tewas dan 2.191 orang lainnya luka-luka, dengan catatan jumlah ini termasuk anggota pemberontak Houthi yang juga tewas dalam pertempuran.

Situasi di Yaman semakin kacau setelah pemberontak Houthi berhasil memaksa Presiden Abdu Rabu Mansour Hadi melarikan diri dari ibukota Sanaa. Houthi yang didukung oleh Iran ini berniat menguasai seluruh wilayah Yaman setelah menghancurkan pemerintahan Yaman.

(nvc/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini