Seperti disampaikan kantor berita Saudi Press Agency dan dilansir CNN, Senin (13/4/2015), bahwa koalisi 9 negara kawasan Arab telah meluncurkan sedikitnya 1.200 serangan udara di wilayah Yaman, semenjak 26 Maret 2015 lalu. Hingga kini, serangan udara masih terus dilakukan mengingat konflik semakin meluas di wilayah Yaman.
Pejabat Kementerian Pertahanan Saudi, Jenderal Ahmed Asiri menyatakan bahwa serangan udara tersebut dimaksudkan untuk mencegah pemberontak Houthi untuk bergerak lebih jauh ke Yaman bagian selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataannya, Kementerian Kesehatan Yaman menyebut sedikitnya ada 385 warga sipil yang tewas dalam pertempuran di Yaman. Sedangkan sebanyak 342 orang lainnya menjadi korban luka.
Secara terpisah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan jumlah korban tewas maupun korban luka yang lebih besar. Menurut WHO, sedikitnya 648 orang tewas dan 2.191 orang lainnya luka-luka, dengan catatan jumlah ini termasuk anggota pemberontak Houthi yang juga tewas dalam pertempuran.
Situasi di Yaman semakin kacau setelah pemberontak Houthi berhasil memaksa Presiden Abdu Rabu Mansour Hadi melarikan diri dari ibukota Sanaa. Houthi yang didukung oleh Iran ini berniat menguasai seluruh wilayah Yaman setelah menghancurkan pemerintahan Yaman.
(nvc/nwk)










































