"Operasi (evakuasi) berjalan sukses dan membuka jalan untuk kelanjutan evakuasi lebih dari 16 ribu warga negara asing yang masih terjebak di Yaman," demikian sebut IOM dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Senin (13/4/2015).
Juru bicara IOM, Joel Millman menuturkan kepada AFP, sekitar 143 orang telah mengungsi dengan pesawat pada Minggu (12/4) waktu setempat. Pesawat terbang dari ibukota Sanaa di Yaman menuju ke Khartoum, Sudan. Sudan ada di sebelah barat Yaman, namun dipisahkan oleh Laut Merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IOM hanya menyebut, ada 38 negara yang meminta bantuan kepada IOM untuk mengevakuasi warga mereka yang terjebak konflik di Yaman. IOM mengklaim pihaknya bekerja keras selama lebih dari seminggu untuk mendapatkan izin terbang. Bahkan beberapa orang telah menunggu selama beberapa hari di bandara Sanaa.
Namun sekitar dua lusin warga negara asing yang telah mendapat izin untuk dievakuasi, tidak muncul di bandara ketika saatnya tiba untuk dievakuasi keluar dari Yaman.
"Semoga kita bisa lebih sedikit terorganisasi besok, ketika kita melakukan penerbangan selanjutnya," ucap koordinator evakuasi IOM di Uaman, Saba Malme dalam pernyataannya.
"Kami dibanjiri permintaan dari para migran, warga dan keluarga dari orang-orang yang diyakini terjebak di Yaman," imbuhnya.
Lebih lanjut, Malme menyatakan, IOM telah mengidenfitikasi sedikitnya 16 ribu orang yang harus segera dievakuasi, termasuk sekitar 5 ribu orang yang diyakini siap untuk dievakuasi dari Yaman.
(nvc/ita)










































