Saudi Desak Iran Hentikan Dukungan terhadap Pemberontak Houthi di Yaman

Saudi Desak Iran Hentikan Dukungan terhadap Pemberontak Houthi di Yaman

- detikNews
Senin, 13 Apr 2015 10:30 WIB
Saudi Desak Iran Hentikan Dukungan terhadap Pemberontak Houthi di Yaman
Kehancuran di Yaman (Reuters)
Riyadh - Otoritas Arab Saudi mendesak Iran untuk menghentikan dukungannya pada pemberontak Syiah Houthi di Yaman. Saudi bersikeras bahwa pihaknya tidak berperang dengan Iran dalam pertempuran di Yaman.

Memasuki minggu ketiga, pertempuran di Yaman yang dipimpin oleh Saudi dan koalisinya masih terus berlanjut. Semenjak 26 Maret lalu, Saudi memimpin koalisi dari 9 negara Arab dan melancarkan serangan udara terhadap pemberontak Houthi di Yaman, yang menguasai ibukota Sanaa. Sejauh ini, pertempuran sudah meluas hingga ke 15 provinsi dari total 22 provinsi di Yaman.

Seperti dilansir AFP, Senin (13/4/2015), otoritas Saudi khawatir jika pemberontak Houthi berhasil mengambil alih seluruh wilayah Yaman dan mengarahkannya kepada Iran yang dikuasai Syiah, yang merupakan musuh Saudi yang menganut Sunni.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Saud al-Faisal mendesak Iran untuk tidak membantu aktivitas kriminal yang dilakukan pemberontak Houthi untuk melawan pemerintah sah Yaman.

"Dan juga menghentikan penyaluran senjata dan bantuan kepada pemberontak (Houthi)," tegasnya.

Namun Pangeran Saud menegaskan, Saudi tidak berperang melawan Iran. "Kami tidak sedang berperang dengan Iran," terangnya.

Belum ada tanggapan resmi dari otoritas Iran terkait desakan ini. Namun sebelumnya Iran telah membantah pihaknya menyalurkan senjata kepada pemberontak Houthi di Yaman.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei justru menyebut koalisi yang dipimpin Saudi sebagai pelaku kriminal.

Secara terpisah, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdollahian membantah laporan media yang menyebut dua anggota pasukan elite Garda Revolusioner ditangkap di Yaman.

"Iran tidak memiliki tentara militer di Yaman," bantahnya seperti dikutip kantor berita IRNA.


(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads