"Beliau melakukan pekerjaan hebat dalam membangun aliansi yang telah rusak dalam beberapa tahun sebelumnya," sebut John Kerry kepada program televisi ABC 'This Week' sesaat setelah Hillary mengumumkan pencapresannya, seperti dilansir AFP, Senin (13/4/2015).
Namun demikian, Menlu Kerry menekankan bahwa sebagai seorang diplomat, dirinya tidak terlibat politik dan tidak berhak mendukung kandidat manapun dalam pemilu. Dalam wawancara dengan media AS lainnya, NBC, Menlu Kerry menyebut Hillary sebagai teman baiknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Menlu Kerry menekankan bahwa Departemen Luar Negeri AS akan menyaring ratusan email Hillary yang dikirimkannya dengan email pribadi semasa 4 tahun menjabat Menlu AS.
"Kami akan merilis semua email yang layak, berdasarkan klasifikasi," tutur Menlu Kerry kepada CBS's 'Face The Nation' sembari menyatakan pentingannya menjaga informasi rahasia agar tidak bocor ke publik.
Pengumuman pencapresan Hillary disampaikan pada Minggu (12/4) waktu setempat melalui video kampanyenya. Hillary menyatakan dirinya maju sebagai kandidat wanita pertama dalam pemilihan presiden di AS.
"Saya mencalonkan diri sebagai presiden," kata Hillary dalam video tersebut.
(nvc/asp)











































