Zaki-ur-Rehman Lakhvi, yang dituduh mendalangi serangan yang menewaskan 166 orang itu, telah dinyatakan bebas dengan jaminan pada Kamis, 9 April malam. Pemerintah India mengecam pembebasan tersebut sebagai "penghinaan" bagi para korban pembantaian selama 3 hari di Mumbai tersebut. Kelompok militan terlarang Pakistan, Lashkar-e-Taiba (LeT) dituduh mendalangi serangan teror tersebut.
Berita pembebasan Lakhvi dikonfirmasi oleh sayap organisasi amal LeT, Jamaat-ud-Dawa (JuD). "Zaki-ur-Rehman Lakhvi telah dibebaskan dari penjara. Dia kini bebas dan berada di tempat yang aman," ujar seorang pejabat senior JuD kepada AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pemerintah Pakistan telah berulang kali mengeluarkan perintah penahanan Lakhvi namun hakim-hakim berulang kali membatalkan perintah penahanan tersebut. Sampai akhirnya pada Kamis (9/4) kemarin, Pengadilan Tinggi Lahore memerintahkan pembebasan bersyarat Lakhvi dengan jaminan dua juta rupee (US$ 20.000).
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri India seperti dilansir AFP, Jumat (10/4/2015) mengecam keras pembebasan Lakhvi.
"Ini pengumuman yang sangat mengecewakan. Sebuah penghinaan bagi para korban serangan Mumbai 26/11. Komunitas global harus memberikan catatan serius atas standar ganda Pakistan pada terorisme," tegas juru bicara tersebut.
Lakhvi dan enam tersangka lainnya telah didakwa di Pakistan atas serangan teror Mumbai, namun kasus-kasus mereka nyaris tanpa kemajuan dalam lima tahun lebih ini.
(ita/ita)











































