Staf kedutaan Filipina di Bahrain mengetahui penderitaan Abby Luna setelah wanita itu memposting video lewat akun Facebook miliknya pada Kamis, 9 April pagi waktu setempat. Video tersebut telah dibagikan sebanyak 78 ribu kali dan disukai oleh 19 ribu akun pengguna Facebook.
"Penyelamatan didorong oleh pesan video itu... Dia kini dalam penanganan kedutaan kami," tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri Filipina Charles Jose seperti dikuti kantor berita AFP, Jumat (10/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video berdurasi sekitar tiga menit, Luna yang menangis menyebut putra majikannya, yang seorang pecandu narkoba, telah memperkosa dirinya. Luna juga memposting permintaan tertulis bagi publik agar menghubungi kedutaan Filipina untuk menyelamatkannya.
"Tolong bantu saya keluar dari sini. Saya takut. Sampai sekarang, alat kelamin saya masih sakit. Kaki saya memar. Dia meninju kaki saya untuk melumpuhkan saya," ujar Luna yang berumur 28 tahun itu.
"Setelah putra majikan saya menyerang saya, dia mengancam akan membunuh saya dan mengubur saya di gurun pasir jika saya memberitahu siapapun tentang apa yang terjadi," ujar Luna dalam rekaman video tersebut.
Menurut Luna, majikannya tidak mempercayai dirinya telah diperkosa dan memaksanya untuk menyelesaikan sisa kontrak kerjanya selama dua bulan. Bahkan sang majikan jmenyuruhnya untuk melakukan aborsi jika dirinya hamil.
Luna telah bekerja di Bahrain selama setahun. Kepolisian kini tengah menyelidiki insiden tersebut .
(ita/ita)











































