Demikian disampaikan kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (10/4/2015).
Menurut kepala Observatory, Rami Abdel Rahman, berita penculikan tersebut tadinya sengaja dirahasiakan karena negosiasi pembebasan mereka sedang berlangsung. Namun kini pembicaraan tersebut terhenti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kekhawatiran bahwa wanita-wanita itu dijadikan sebagai budak," tutur Abdel Rahman kepada AFP.
Dikatakannya, penganut Ismaili diculik karena karena ISIS menganggap mereka sebagai "kafir". Sementara warga Sunni -- meskipun mereka berasal dari sekte yang sama dengan ISIS -- diculik karena ISIS menganggap mereka "loyal kepada Ismaili".
Mabujeh memiliki populasi yang terdiri dari Sunni, Ismaili dan Alawite, cabang lain dari Syiah yang merupakan sekte Presiden Suriah Bashar al-Assad dan klannya.
Sebelumnya pada 31 Maret lalu, ISIS mengeksekusi mati setidaknya 37 warga sipil di Mabujeh, termasuk dua anak-anak. Menurut Observatory, mereka dibakar, dipenggal dan ditembak mati.
(ita/ita)











































