Tembak Pria Kulit Hitam Hingga Tewas, Polisi AS Diadili Atas Pembunuhan

Tembak Pria Kulit Hitam Hingga Tewas, Polisi AS Diadili Atas Pembunuhan

- detikNews
Rabu, 08 Apr 2015 10:39 WIB
Tembak Pria Kulit Hitam Hingga Tewas, Polisi AS Diadili Atas Pembunuhan
South Carolina - Di tengah perdebatan kekerasan rasial oleh kepolisian Amerika Serikat, seorang polisi di South Carolina diadili karena menembak pria kulit hitam hingga tewas. Polisi bernama Michael Slager ini dijerat dakwaan pembunuhan oleh pengadilan setempat.

Slager (33) ditangkap oleh kepolisian South Carolina setelah menembak pria kulit hitam bernama Walter Scott (50) di kota North Charleston, pada Sabtu (4/4). Insiden penembakan tersebut terekam video dan terlihat bahwa Slager menembak Scott yang tengah melarikan diri.

"Terdakwa (Slager-red) menembak korban sebanyak beberapa kali di punggung setelah terjadi pertikaian. Semua ini didasarkan pada bukti video dan penyelidikan dari Divisi Penegak Hukum Negara Bagian," demikian bunyi dokumen pengadilan South Carolina, seperti dilansir AFP, Rabu (8/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijerat dakwaan pembunuhan, Slager terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Serangkaian kekerasan polisi terhadap pria kulit hitam marak terjadi di wilayah AS, dalam beberapa bulan terakhir, hingga memicu aksi protes luas masyarakat terhadap polisi AS. Namun kebanyakan polisi yang terlibat insiden kekerasan tidak diadili, meskipun kekerasan tersebut terekam kamera.

Slager ditangkap setelah video penembakan muncul ke publik. Dalam video terlihat bahwa Slager awalnya terlibat pertikaian dengan Scott, kemudian Slager mengambil senjata dan melepaskan 7-8 tembakan ke arah Scott yang berusaha melarikan diri. Tembakan itu mengenai punggung Scott.

Video amatir yang diambil oleh seorang pejalan kaki yang melintas tersebut, pertama dirilis oleh media AS New York Times setelah diberikan oleh pengacara keluarga Scott. Media setempat melaporkan, pertikaian Slager dengan Scott dipicu oleh insiden lalu lintas, yakni gara-gara lampu mobil bagian belakang yang rusak dan tidak menyala.

Kepolisian South Carolina enggan mengomentari kasus ini dengan alasan penyelidikan masih berlangsung. "Kami masih terus melakukan penyelidikan," tutur Thom Berry dari South Carolina Law Enforcement Division.



(nvc/nrl)


Berita Terkait