ISIS Penggal 4 Pria di Irak yang Diklaim Pelaku Pembunuhan dan Perampokan

ISIS Penggal 4 Pria di Irak yang Diklaim Pelaku Pembunuhan dan Perampokan

- detikNews
Selasa, 07 Apr 2015 18:47 WIB
ISIS Penggal 4 Pria di Irak yang Diklaim Pelaku Pembunuhan dan Perampokan
Ilustrasi (AFP)
Baghdad - Militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) memenggal empat pria pelaku pembunuhan dan pembunuhan di Nineveh, Irak. Pemenggalan ini ditampilkan dalam video propaganda yang baru saja dirilis ISIS ke internet.

Video yang baru muncul ini tidak diketahui pasti kapan direkamnya. Namun video propaganda semacam ini kembali menampilkan kekejaman ISIS di wilayah yang dikuasainya, terutama Irak dan Suriah.

Seperti dilansir AFP, Selasa (7/4/2015), video propaganda ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa ISIS masih bisa menegakkan hukum dan ketertiban di wilayahnya, sesuai interpretasinya sendiri terhadap hukum syariat Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video tersebut, terlihat seorang militan bermasker yang berdiri di hadapan kerumunan orang, sambil membacakan dakwaan yang dijeratkan kepada keempat pria sesuai dengan pengadilan Islam di wilayah Nineveh.

Kemudian ditampilkan seorang algojo yang juga mengenakan penutup wajah, memenggal empat pria tersebut dengan sebuah pedang. Setelah itu, keempat jasad pria itu digantung pada sebuah salib kecil yang ada di bagian belakang truk pikap.

Sebelumnya di dalam video tersebut, ditampikan sejumlah uang yang diduga merupakan hasil rampokan keempat pria itu. Uang tersebut tampak dikembalikan kepada pemiliknya, yang kemudian memberikan cap jempol pada kuitansi.

Pada Juni 2014 lalu, ISIS menyerbu wilayah utara dan barat Baghdad. Namun tentara dan milisi Irak berhasil merebut kembali beberapa wilayah yang dikuasai ISIS.

Niniveh sendiri, yang merupakan lokasi diambilnya video ISIS tersebut, merupakan salah satu wilayah Irak yang pertama jatuh ke tangan ISIS. Hingga kini, wilayah tersebut masih dikuasai ISIS dengan kuatnya.

(nvc/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini