Tayangan televisi setempat, CCTV News menunjukkan kepulan asap yang membumbung tinggi ke udara usai ledakan yang terjadi di kompleks pabrik kimia ini. Disebutkan bahwa pabrik itu memproduksi paraxylene, bahan kimia yang biasa disebut PX dan digunakan untuk membuat kain di Provinsi Fujian.
Dilaporkan media setempat lainnya, Xinhua dan dilansir AFP, Selasa (7/4/4/2015), ledakan ini terjadi pada Senin (6/4) malam waktu setempat. Sedikitnya ada 19 orang yang menjadi korban luka dan hingga kini masih dirawat di rumah sakit setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga setempat sempat dievakuasi usai ledakan terjadi. Tak berapa lama kemudian api yang membakar pabrik berhasil dipadamkan.
Laporan media setempat menyebut, penyebab ledakan ini adalah kebocoran minyak di salah satu fasilitas pabrik, yang kemudian tersulut api dan memicu ledakan di dekat 3 tangki minyak yang ada di kompleks tersebut.
Xinhua menyebutkan, insiden ini merupakan yang kedua kalinya melanda kompleks pabrik kimia ini dalam 20 bulan terakhir.
Pabrik ini disebut kontroversial karena pengajuan pembangunan pabrik yang memproduksi PX, yang mudah terbakar ini, memicu protes besar-besaran warga setempat. Sebabnya, dikhawatirkan ini akan memberi dampak kesehatan bagi manusia yang ada di sekitarnya.
Pabrik bernama Zhangzhou PX ini, awalnya akan dibangun di dekat kota pantai Xiamen. Namun kemudian dipindahkan ke Zhangzhou setelah ribuan orang melakukan aksi protes pada tahun 2007 lalu. Insiden ledakan yang melanda pabrik ini menarik perhatian warga dan banyak dibahas di media sosial.
Beberapa orang bahkan mengaitkan insiden ini dengan kekhawatiran warga yang memprotes pembangunan pabrik ini. "Apakah kalian ingat apa yang kita khawatirkan pada saat itu? Apa yang kita khawatirkan, kini menjadi kenyataan di Zhangzhou," tulis salah satu pengguna Sina Weibo.
(nvc/ita)











































