"Kami bisa konfirmasi bahwa dia berencana meninggalkan negara dengan niat bergabung ke ISIS dan telah aktif terlibat dengan jaringan media sosial," ujar Menteri Keamanan Negara David Mahlobo pada harian lokal, The Star dan dilansir AFP, Selasa (7/4/2015).
ABG tersebut dilaporkan hilang oleh orangtuanya pada Minggu (5/4/2015) pagi waktu setempat ketika dia menghilang dari rumahnya di Cape Town.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para penyelidik menemukan bukti-bukti di kamar ABG tersebut yang mengaitkan dirinya dengan perekrut ISIS, yang merajalela di Suriah dan Irak.
"Penyelidikan masih berlangsung tentang seberapa jauh jaringan ini, apakah ada selnya di negara ini, dan metode apa yang dipakai dalam perekrutan dan pendanaan," tutur Mahlobo kepada The Star.
"Kami tak bisa membiarkan Afrika Selatn digunakan sebagai tempat rekrutmen," tandasnya.
Setelah diinterogasi polisi, remaja yang tidak disebutkan namanya itu, diserahkan kembali ke orangtuanya.
(ita/ita)











































