Arab Saudi Gempur Syiah Houthi Tanpa Konsultasi PBB, Rusia Risau

Arab Saudi Gempur Syiah Houthi Tanpa Konsultasi PBB, Rusia Risau

- detikNews
Selasa, 07 Apr 2015 10:26 WIB
Arab Saudi Gempur Syiah Houthi Tanpa Konsultasi PBB, Rusia Risau
Moskow, - Arab Saudi dan koalisi terus melancarkan serangan-serangan udara terhadap para pemberontak Syiah Houthi di Yaman. Hal itu membuat pemerintah Rusia risau karena Arab Saudi dan koalisi tidak berkonsultasi dengan Dewan Keamanan PBB sebelum melancarkan serangan tersebut. Rusia pun menyerukan negosiasi untuk menyelesaikan krisis Yaman.

"Saat ini operasi tersebut tidak punya landasan dalam hukum internasional. Tentunya kami agak risau, karena operasi itu dimulai tanpa konsultasi," ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam wawancara dengan kantor berita Rusia, RIA-Novosti seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (7/4/2015).

Koalisi Arab Saudi bulan lalu memulai operasi militer terhadap pemberontak Houthi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menghargai hubungan kami dengan Arab Saudi, dan dengan anggota-anggota koalisi lainnya, namun mereka datang ke Dewan Keamanan PBB setelah melakukannya, dan mulai meminta persetujuan atas apa yang telah mereka mulai," imbuh Lavrov.

"Mustahil bagi kami untuk menyetujui satu pihak dalam konflik, dan secara praktis mengumumkan pihak lainnya melanggar hukum," tandasnya.

Rusia, salah satu negara anggota tetap DK PBB, telah menyerukan dewan tersebut untuk mengupayakan penghentian serangan Saudi dan koalisi demi alasan kemanusiaan.

Menurut Lavrov, pihak-pihak yang bertikai di Yaman harus duduk bersama dalam perundingan. Lavrov pun menyerukan pemberontak Houthi untuk menghentikan pertempuran di Yaman selatan dan agar koalisi Arab menghentikan serangan-serangan udara.

Ditegaskan Lavrov, situasi di Yaman "menciptakan perpecahan baru dan sangat dalam antara Sunni dan Syiah, hingga meningkatkan ketegangan di Teluk Persia."

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini