"Saat ini operasi tersebut tidak punya landasan dalam hukum internasional. Tentunya kami agak risau, karena operasi itu dimulai tanpa konsultasi," ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam wawancara dengan kantor berita Rusia, RIA-Novosti seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (7/4/2015).
Koalisi Arab Saudi bulan lalu memulai operasi militer terhadap pemberontak Houthi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mustahil bagi kami untuk menyetujui satu pihak dalam konflik, dan secara praktis mengumumkan pihak lainnya melanggar hukum," tandasnya.
Rusia, salah satu negara anggota tetap DK PBB, telah menyerukan dewan tersebut untuk mengupayakan penghentian serangan Saudi dan koalisi demi alasan kemanusiaan.
Menurut Lavrov, pihak-pihak yang bertikai di Yaman harus duduk bersama dalam perundingan. Lavrov pun menyerukan pemberontak Houthi untuk menghentikan pertempuran di Yaman selatan dan agar koalisi Arab menghentikan serangan-serangan udara.
Ditegaskan Lavrov, situasi di Yaman "menciptakan perpecahan baru dan sangat dalam antara Sunni dan Syiah, hingga meningkatkan ketegangan di Teluk Persia."
(ita/ita)










































