Anggota keluarga telah mengidentifikasi dirinya sebagai korban tewas dalam serangan mortir pekan lalu di Kota Aden, Yaman selatan. Ia diyakini sebagai warga AS pertama yang tewas dalam kekerasan di Yaman saat ini.
Pada Selasa (31/3/2015) malam, al-Labani yang berumur 45 tahun ini sedang dalam perjalanan kembali dari salat di masjid ketika ia terkena pecahan peluru dari mortir di bagian belakang, kata keluarganya. Dia meninggal beberapa menit kemudian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sepupunya, selama tiga minggu terakhir, al-Labani telah memberitahu anggota keluarganya bahwa dia khawatir tidak mampu melakukan evakuasi karena situasi yang memburuk di negara itu. Sementara itu, Deputi Gubernur Aden, Naef Al Bakri mengatakan, lebih dari 200 orang telah tewas di Aden pada 11 hari terakhir.
Dua hari sebelum al-Labani tewas, ia mengatakan kepada keluarganya bahwa opsi terakhirnya adalah mencoba untuk menyeberangi perbatasan ke Oman dan terbang ke Mesir, tapi ia tidak pernah berhasil. "Bandara-bandara tersebut ditutup dan hal ini menjadi semakin buruk," lanjutnya melalui sambungan telepon.
"Orang-orang berharap akan ada hal yang semakin baik, namun ternyata mereka hanya mendapat yang lebih buruk dan lebih buruk," tambahnya.
(jor/jor)










































