Seperti dilansir CNN, Senin (6/4/2015), keluarga Labani yang ada di AS telah mengidentifikasinya sebagai salah satu korban tewas dalam serangan mortir di kota Aden, pekan lalu. Labani diyakini sebagai warga AS pertama yang tewas dalam pertempuran di Yaman.
Beberapa minggu terakhir, Yaman dilanda pertempuran antara pemberontak Houthi dengan militer Arab Saudi yang melancarkan serangan udara. Akibat pertempuran ini, situasi di Yaman menjadi rawan dan banyak negara yang memilih mengevakuasi warganya, salah satunya Indonesia dan juga China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konflik yang terjadi di Yaman menyebar luas segera setelah Labani tiba pada Februari lalu. "Ketika dia tiba (di Aden), setelah beberapa minggu dia menyadari bahwa situasi mulai memburuk dan kemudian Kedutaan (AS) tutup," terang saudara sepupu Labani, Mohammed Alazzani kepada CNN.
Selama 3 minggu terakhir, Labani mengabarkan kepada keluarganya, bahwa dia khawatir tidak bisa dievakuasi karena situasi di Yaman yang semakin memburuk. Wakil Gubernur Aden, Naef Al Bakri mengatakan, lebih dari 200 orang tewas dalam pertempuran di Aden yang terjadi dalam 11 hari terakhir.
Sekitar dua hari sebelum Labani tewas, dia memberitahu keluarganya bahwa pilihan terakhir untuk keluar dari Yaman adalah dengan menyeberang perbatasan ke Oman dan kemudian terbang ke Mesir. Tapi sayangnya, dia tidak pernah berhasil melakukannya. Tidak dijelaskan lebih lanjut kondisi istri dan anak Labani.
"Bandara ditutup dan situasi semakin memburuk. Orang-orang berharap situasi bisa membaik, tapi yang ada malah semakin memburuk setiap harinya," ucap Alazzani kepada CNN.
Atas kasus tewasnya warga AS ini, kelompok advokat Council on American-Islamic Relations mengkritik pemerintah AS. Sebabnya, banyak negara yang telah mengevakuasi warganya, seperti Rusia, China, Ethiopia, India dan juga Indonesia. Juru bicara kelompok advokasi itu menyebut, tidak mungkin pemerintah AS kesulitan mengevakuasi warga negaranya.
Menanggapi kritikan itu, Departemen Luar Negeri AS menyatakan, tidak ada rencana dalam waktu dekat untuk mengevakuasi warga AS dari Yaman, secara privat. Otoritas AS mendorong warganya di Yaman untuk mengungsi ke tempat yang aman untuk sementara waktu.
"Kami mengimbau seluruh warga negara AS untuk mengungsi ke lokasi aman hingga mereka bisa pergi dengan aman. Warga AS yang ingin mengungsi harus melakukannya lewat opsi transportasi komersial saat tersedia," terang juru bicara Deplu AS kepada CNN.
(nvc/ita)










































