Angkatan Udara Kenya membombardir dua kamp militan Al-Shabaab di Somalia. Serangan ini merupakan respons militer pertama dari Kenya setelah pembantaian brutal di Universitas Garissa yang menewaskan 148 orang.
Menurut sumber dari Kenya Defence Forces (KDF), seperti dilansir Reuters, Senin (6/4/2015), jet tempur Kenya menyerbu kamp Al-Shabaab di wilayah Gondodowe dan Ismail, yang sama-sama berada di wilayah Gedo, Somalia dekat perbatasan Kenya.
Namun karena awan yang tebal, sulit diperkirakan seberapa besar kerusakan yang dipicu oleh serangan ini. Jumlah korban luka maupun korban tewas akibat serangan ini juga tidak diketahui pasti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, otoritas Kenya berupaya keras untuk menghentikan aliran militan Al-Shabaab serta penyaluran persenjataan dari Somalia ke wilayahnya. Perbatasan Kenya dengan Somalia diketahui membentang sepanjang 700 kilometer.
Militan Al-Shabaab yang bermarkas di Somalia ini telah menewaskan lebih dari 400 orang di Kenya, sejak April 2013. Pasukan penjaga perdamaian dari Uni Afrika yang juga termasuk tentara Kenya, terus melakukan pertempuran terhadap militan ini di wilayah Somalia.
Bahkan pasukan ini telah melakukan serangkaian penangkapan dan penyitaan senjata di kamp Al-Shabaab di Gondodowe pada Agustus 2014 lalu.
Sementara itu, terkait pembantaian brutal di Universitas Garissa yang diklaim Al-Shabaab, otoritas Kenya telah menangkap 5 pelaku lainnya yang diyakini terkait perencanaan serangan ini. Sedangkan otak di balik pembantaian ini, yakni seorang mantan guru bernama Mohamed Mohamud masih terus diburu.
Empat pelaku yang langsung menyerbu kampus itu, tewas saat polisi mulai melakukan penggerebekan. Laporan menyebut para pelaku tewas bunuh diri dengan meledakkan bom yang dipasang pada badan mereka.
(nvc/ita)











































