Seperti dilansir AFP, Sabtu (4/4/2015), guru yang menjadi otak pembantaian ini diketahui bernama Mohammed Mohamud alias Kuno, alias Dulyadin, alias Gamadhere. Semasa menjadi guru, Mohamud dikenal pendiam dan lemah lembut.
Mohamud juga menjadi buronan atas serangkaian pembunuhan di perlintasan perbatasan Kenya-Somalia serta pembunuhan di wilayah Kenya bagian utara,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mohamud merupakan warga negara Kenya yang juga keturunan Somalia. Dia tidak ikut serta secara fisik dalam serangan brutal di Universitas Garissa, namun dia yang mendalangi pembantaian keji ini.
Sumber kepolisian Kenya menuturkan, Mohamud pernah mengajar di sebuah madrasah di Garissa namun kemudian dia diradikalisasi dan pergi ke Seomalia untuk bergabung dengan Islamic Sourts Union, pendahulu al-Shabaab.
Seorang koresponden AFP pernah bertemu dengan Mohamud di ibukota Mogadishu, Somalia pada 2008 dan 2009 lalu. Saat itu, Mohamud sudah dikenal sebagai komandan al-Shabaab yang ditakuti.
Meskipun Mohamud masih dalam pengejaran, kepolisian Kenya berhasil membekuk 5 orang lainnya yang diyakini terlibat dalam pembantaian brutal itu. Kelima orang itu masih diinterogasi oleh kepolisian setempat.
(nvc/gah)










































