Mantan Guru Diyakini Jadi Otak di Balik Pembantaian Universitas Kenya

Mantan Guru Diyakini Jadi Otak di Balik Pembantaian Universitas Kenya

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 04 Apr 2015 19:51 WIB
Mantan Guru Diyakini Jadi Otak di Balik Pembantaian Universitas Kenya
Tentara Kenya berjaga di luar kampus Garissa (Reuters)
Nairobi - Seorang mantan guru diyakini menjadi otak di balik pembantaian brutal di Universitas Garissa, Kenya yang menewaskan 148 orang. Kepolisian Kenya tengah memburu mantan guru yang menjadi anggota militan Al-Shabaab ini.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (4/4/2015), guru yang menjadi otak pembantaian ini diketahui bernama Mohammed Mohamud alias Kuno, alias Dulyadin, alias Gamadhere. Semasa menjadi guru, Mohamud dikenal pendiam dan lemah lembut.

Mohamud juga menjadi buronan atas serangkaian pembunuhan di perlintasan perbatasan Kenya-Somalia serta pembunuhan di wilayah Kenya bagian utara,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepolisian Kenya bahkan menawarkan imbalan sebesar 20 juta Shilling atau setara Rp 2,7 miliar atas setiap informasi yang mampu membantu penangkapan Mohamud.

Mohamud merupakan warga negara Kenya yang juga keturunan Somalia. Dia tidak ikut serta secara fisik dalam serangan brutal di Universitas Garissa, namun dia yang mendalangi pembantaian keji ini.

Sumber kepolisian Kenya menuturkan, Mohamud pernah mengajar di sebuah madrasah di Garissa namun kemudian dia diradikalisasi dan pergi ke Seomalia untuk bergabung dengan Islamic Sourts Union, pendahulu al-Shabaab.

Seorang koresponden AFP pernah bertemu dengan Mohamud di ibukota Mogadishu, Somalia pada 2008 dan 2009 lalu. Saat itu, Mohamud sudah dikenal sebagai komandan al-Shabaab yang ditakuti.

Meskipun Mohamud masih dalam pengejaran, kepolisian Kenya berhasil membekuk 5 orang lainnya yang diyakini terlibat dalam pembantaian brutal itu. Kelima orang itu masih diinterogasi oleh kepolisian setempat.

(nvc/gah)


Berita Terkait