5 Orang Ditangkap Terkait Pembantaian Brutal di Universitas Kenya

5 Orang Ditangkap Terkait Pembantaian Brutal di Universitas Kenya

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 04 Apr 2015 18:24 WIB
5 Orang Ditangkap Terkait Pembantaian Brutal di Universitas Kenya
Ilustrasi
Nairobi - Kepolisian Kenya menangkap 5 orang terkait pembantaian di Universitas Garissa yang menewaskan 148 orang. Mereka yang ditangkap ini merupakan orang-orang yang terlibat dalam serangan maupun perencanaan pembantaian keji ini.

"Lima orang telah ditangkap, mereka kini dalam penahanan dan masih diinterogasi," ujar juru bicara Kementerian Dalam Negeri Kenya, Mwenda Njoka kepada AFP, Sabtu (4/4/2015).

Njoka menekankan, empat pelaku yang membantai para mahasiswa dan orang-orang di dalam kampus tewas usai melakukan serangan pada Kamis (2/4) lalu. Disebut-sebut keempat pelaku tewas bunuh diri dengan meledakkan bom yang dipasang pada tubuh mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiga orang di antara merupakan para koordinator yang ditangkap ketika hendak kabur ke Somalia, dua orang lainnya ditangkap oleh polisi di kompleks Garissa University," imbuh Njoka.

Nama tiga pelaku koordinator yang ditangkap, tidak diungkap ke publik. Namun Njoka menyebutkan, dua pelaku lainnya yang ditangkap di area kampus merupakan petugas keamanan dan seorang pria asal Tanzania yang ditemukan sedang bersembunyi.

Pria Tanzania yang ditangkap pada Jumat (3/4) waktu setempat, ditemukan bersembunyi ketika pelaku lainnya sedang beraksi menembaki orang-orang di dalam kompleks kampus.

"Salah satunya seorang pria Tanzania bernama Rashid Charles Mberesero, dia bersembunyi di langit-langit gedung kampus dan kedapatan membawa granat," terang Njoka.

"Satu pelaku lainnya merupakan penjaga keamanan kampus yang ternyata memfasilitasi para pelaku, dia juga memiliki materi jihad. Namanya Osman Ali Fagane, seorang warga Kenya yang berasal dari Somalia," tandasnya.

(nvc/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini