"Kata-kata tidak cukup untuk mengecam aksi kekejaman teroris yang terjadi di Garissa University College, di mana pria dan wanita tidak bersalah dibantai dengan brutal," ucap Obama dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (4/4/2015).
Militan keji asal Somalia, Al-Shabaab, telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan brutal yang terjadi pada Kamis (2/4) waktu setempat. Pembantaian ini tercatat sebagai insiden kekerasan paling mematikan yang pernah terjadi di Kenya semenjak pengeboman Kedubes AS di Nairobi pada tahun 1998 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tahu sebelumnya bagaimana ketahanan luar biasa rakyat Kenya. Jadi saya tahu bahwa orang-orang di Garissa dan seluruh rakyat Kenya akan berduka, tapi tekad mereka untuk mencapai masa depan yang lebih baik dan lebih aman, tidak akan luntur," sebut Obama.
"Masa depan Kenya tidak akan ditentukan oleh kekerasan dan teror, melainkan dibentuk oleh orang-orang muda seperti yang ada di Garissa University College," imbuhnya.
"Pesan ini akan saya sampaikan kepada rakyat Kenya ketika saya mengunjungi Kenya pada Juli," tandasnya.
Obama juga menelepon langsung Presiden Kenya Uhuru Kenyatta untuk menyampaikan belasungkawa atas insiden tragis ini. Aksi brutal militan Al-Shabaab ini dilakukan sebagai bentuk protes atas keputusan Presiden Kenyatta mengerahkan militernya untuk melawan Al-Shabaab di Somalia.
(nvc/gah)











































