Menurut transkrip yang dimuat Bild hari ini seperti dilansir Dailymail, Minggu (29/3/2015), kapten Patrick Sondheimer berteriak 'Open the goddamn door!’ saat dirinya mencoba masuk kembali ke kokpit usai pergi ke toilet.
Rekaman tersebut dimulai dengan Kapten Sondheimer menyampaikan permintaan maaf kepada para penumpang atas keterlambatan selama 26 menit di Barcelona, Spanyol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pukul 10.27 waktu setempat, pesawat Airbus A320 tersebut mencapai ketinggian 38 ribu kaki. Pilot kemudian mengatakan pada Lubitz untuk bersiap mendarat di Dusseldorf, Jerman.
Menurut jaksa Prancis, jawaban-jawaban Lubitz saat itu singkat-singkat saja. Kopilot terdengar menggunakan kata-kata "semoga saja" dan "kita lihat nanti".
Setelah pemeriksaan untuk pendaratan, Lubitz berkata kepada Sondheimer: ‘You can go now.’
Dua menit kemudian pilot menyuruh Lubitz untuk mengambil alih kemudi: ‘You can take over.’ Setelah itu terdengar suara kursi digeser mundur dan suara pintu tertutup.
Pada pukul 10.29 waktu setempat, radar penerbangan memonitor bahwa pesawat menurunkan ketinggian.
Pada pukul 10.30 waktu setempat, pesawat turun 316 kaki dan semenit kemudian, turun 1.800 kaki. Pada pukul 10.32, petugas menara ATC berusaha menghubungi pesawat, namun tak ada respons.
Sementara di waktu bersamaan, sinyal tanda bahaya otomatis ‘Sink Rate’ berbunyi di kokpit. Tak lama kemudian terdengar suara keras, yang kedengaran seperti seseorang mencoba mendobrak pintu kokpit. Sondheimer berteriak: ‘For God’s sake, open the door!’
Di belakangnya, terdengar suara penumpang menjerit-jerit panik.
Pada pukul 10.35, suara logam keras (diyakini kapak) yang dibenturkan ke pintu kokpit kembali terdengar. Saat itu, pesawat masih berada di atas ketinggian 7 ribu kaki.
Sekitar 90 detik kemudian ada pesan peringatan: ‘Ground! Pull up! Pull up!’
Pilot pun terdengar berteriak: ‘Open the goddamn door!’
Pada pukul 10.38 waktu setempat, pesawat terus menukik turun mengarah ke pegunungan Alpen, Prancis. Suara napas Lubitz bisa terdengar di kokpit namun dia tak berkata-kata.
Pada pukul 10.40 waktu setempat, bagian sayap kanan pesawat jatuh menghantam pegunungan. Suara-suara terakhir yang terdengar adalah jeritan histeris para penumpang.
(ita/ita)











































