Dilansir news.com.au, Sabtu (28/3/2015) kepada surat kabar Jerman, Bild menceritakan bahwa Lubitz kerap terbangun karena mimpi buruk sambil berteriak 'kita akan jatuh'. Dia juga mengatakan bahwa kemungkinan Lubitz telah membuat rencana untuk aksinya tersebut sejak setahun yang lalu.
"Ketika aku mendengar kabar kecelakaan pesawat, ada rekaman pembicaraan Lubitz yang terngiang di kepalaku. Saat itu dia berkata 'Suatu hari nanti aku akan melakukan sesuatu yang dapat mengubah sistem dan semua orang akan mengingat namaku. Aku tak tahu maksud pembicaraannya apa saat itu, namun semua jelas ketika kecelakaan pesawat terjadi," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengakuan mantan kekasih Lubitz ini menguatkan kecurigaan bahwa sang kopilot memang telah menderita depresi selama beberapa waktu. Saat melakukan penggeledahan, penyelidik menemukan surat catatan dokter yang melarangnya untuk beraktivitas pada saat kecelakaan pesawat itu terjadi.
(rni/erd)











































