Penghormatan Terakhir Warga Singapura untuk Lee Kuan Yew

Penghormatan Terakhir Warga Singapura untuk Lee Kuan Yew

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 23 Mar 2015 14:55 WIB
Penghormatan Terakhir Warga Singapura untuk Lee Kuan Yew
Reuters
Singapura -

Kepergian mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew menjadi duka mendalam warga Singapura. Beramai-ramai warga Singapura menyampaikan ucapan belasungkawa maupun terima kasih kepada bapak bangsa mereka.

Salah satunya seorang pengusaha bernama Raymond King (44), yang mendatangi langsung Singapore General Hospital (SGH) tempat mendiang Lee Kuan Yew dirawat, begitu dia mendengar kabar wafatnya bapak pendiri Singapura itu.

"Ada banyak sekali rumor, saya harus mencari tahu apakah beritanya benar. Saya tidak bisa mempercayainya," tutur King kepada Straits Times, Senin (23/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya merasa saya harus datang sebagai bentuk penghormatan karena beliau adalah bapak bangsa kita. Singapura tidak akan menjadi seperti sekarang tanpa beliau," sebut King.

Tidak jauh berbeda, seorang sopir taksi setempat bernama Ang Poh Heng (52) juga memberikan penghormatan terakhir kepada Lee Kuan Yew, ketika dia tengah berada di SGH. Saat menyadari adanya aktivitas sibuk di rumah sakit tersebut, Ang yang anaknya juga dirawat di rumah sakit yang sama, mencari tahu hingga akhirnya mengetahui keberadaan sudut khusus bagi publik untuk menyampaikan belasungkawa bagi Lee Kuan yew.

"Saya merasa sedih, beliau adalah kesayangan publik. Tanpa beliau, tidak akan ada Singapura," ucap Ang.

Banyak warga Singapura lainnya yang meninggalkan pesan duka cita via media sosial, terutama pada halaman Facebook PM Singapura Lee Hsien Loong. Lebih dari 1.000 pengguna Facebook meninggalkan pesan duka cita untuk PM Lee yang merupakan putra Lee Kuan Yew.

"Pria yang memberikan kepada kita semua kehidupan lebih baik di Singapura, telah pergi ke peristirahatan terakhir. Sama seperti orang lain, saya mungkin berduka, tapi saya tidak akan menangisi kepergian beliau, tapi merayakan hidup beliau. Beliau telah menghabiskan seluruh hidupnya untuk memastikan kita semua tidak menderita dalam kemiskinan yang telah dialami nenek moyang kita," ucap warga Singapura, Sebastian Lim dalam akun Facebook PM Lee.

Warga Singapura diberi kesempatan untuk menyampaikan penghormatan melalui buku dan kartu duka cita yang disediakan di depan gerbang utama Istana Singapura, mulai Senin (23/3) ini hingga Minggu (29/3) mendatang. Pojok berkabung bagi mendiang Lee Kuan Yew juga ada di kawasan SGH dan area sekitar gedung parlemen.

Orang pertama yang menyampaikan penghormatan di Istana adalan bocah 5 tahun Ryan Mackay bersama ibundanya, Sharon Tan (39) yang seorang pengacara. Ryan meninggalkan kartu duka cita yang dia gambar sendiri dengan bertuliskan: "Terima kasih Pak Lee. Tuhan memberkati Anda."

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini