Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyampaikan belasungkawa atas wafatnya mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew. Obama memuji sosok Lee Kuan Yew sebagai tokoh besar sejarah.
"Seorang visioner yang memimpin negaranya dari mulai kemerdekaan Singapura pada tahun 1965 hingga menjadi salah satu negara paling makmur di dunia saat ini, dia ada seorang pelayan publik yang dicintai dan pemimpin yang luar biasa," ujar Obama dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Senin (23/3/2015).
Lee Kuan Yew yang merupakan PM Singapura pertama ini memimpin selama 31 tahun, mulai dari tahun 1959 hingga 1990. Bagi warga Singapura, Lee Kuan Yew merupakan bapak bangsa yang berjasa bagi perkembangan dan kemajuan negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia merupakan tokoh besar sejarah yang akan selalu diingat generasi mendatang sebagai bapak modern Singapura dan sebagai salah satu ahli strategi terbaik di Asia," puji Obama.
Lee Kuan Yew meninggal dunia pada usia 91 tahun pada Senin (23/3) dini hari, sekitar pukul 03.18 waktu setempat. Sejak 5 Februari lalu, ayah dari PM Singapura Lee Hsien Loong ini menjalani perawatan di Singapore General Hospital (SGH) karena menderita penyakit pneumonia parah.
Rencananya, Lee Kuan Yew akan dimakamkan pada Minggu (29/3) mendatang. Publik diberi kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Lee Kuan Yew, karena jenazah almarhum akan disemayamkan di gedung parlemen Singapura dari Rabu (25/3) hingga Sabtu (28/3) mendatang.
(nvc/ndr)











































