Kisah Lee Kuan Yew yang Akrab dengan Soeharto

Kisah Lee Kuan Yew yang Akrab dengan Soeharto

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Senin, 23 Mar 2015 06:11 WIB
Kisah Lee Kuan Yew yang Akrab dengan Soeharto
(Foto: Reuters)
Jakarta -

Eks Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Kuan Yew tutup usia. Semasa hidupnya, Lee dikenal sebagai Bapak Modern yang telah menyulap Singapura dari kota pelabuhan kecil menjadi salah satu negara terkuat di Asia.

Di tangan dinginnya kota tersebut bertransformasi menjadi sangat modern yang ditunjukkan dengan pembangunan gedung pencakar langit. Di bawah pemerintahannya selama 31 tahun itu pula, perlahan tapi pasti perekonomian Singapura tumbuh pesat dan stabil.

Demikian dilansir oleh CNN, Senin (23/3/2015). Lepas dari Malaysia pada 1965, Lee berupaya membangun Singapura sebagai negara yang independen dan memiliki kekuatan ekonomi yang kuat bahkan di mata global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mencoba membangun dunia ketiga dan menjadikan Singapura sebagai oase pertama di dunia," kata Lee kepada CNN dalam sebuah wawancara pada 2008 lalu.

Dari sumber lainnya, diketahui Lee memiliki hubungan personal yang cukup dekat dengan Presiden RI kedua Soeharto. Memiliki gaya kepemimpinan otoriter, Lee memiliki kesamaan dengan Soeharto.

Bagi Lee, Soeharto adalah sosok yang dapat dipercaya. Di matanya, Soeharto dinilai sebagai orang yang berpegang teguh pada kata-katanya.

Seiring dengan berjalannya waktu, Lee pun mengakui kontribusi Soeharto sangat besar untuk menciptakan stabilitas di regional Asia Tenggara pada 1970 dan 1980. Meski demikian, hubungan kedua negara pernah memanas pasca dihukum matinya dua anggota TNI dari Korps Komando Operasi (KKO) yang dianggap teroris di Singapura, Usman-Harun pada 17 Oktober 1968 silam.

Sejak itu hubungan antara negara bertetangga itu menjadi dingin. Dua tahun setelah pemberian hukuman mati itu, Lee berniat melakukan kunjungannya ke indonrsia. Namun menurut Kepala Perwakilan Indonesia di Singapura kala itu, Abdul Rachman Ramli seperti yang dituangkan dalam buku Soeharto Untold Stories, Soeharto mengajukan sebuah syarat kepada Lee jika ingin memperbaiki hubungan kedua negara tersebut.

Adapun salah satu syaratnya, Lee Kuan Yew diminta harus berziarah ke makam Usman dan Harun di Taman Makam Pahlawan. Persyaratan itu langsung disanggupi Lee dan kemudian dia pun secara langsung datang untuk menabur bunga di atas makam kedua prajurit marinir tersebut, bukan meletakkan karangan bunga di kaki tugu makam seperti tamu negara lain pada umumnya.

(aws/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads