Presiden AS Barack Obama mengatakan janji politik Netanyahu itu membuat situasi menjadi sulit. Dalam sebuah wawancara dengan Huffington Post yang dilakukan pada hari Jumat (20/3/2015) dan diterbitkan pada hari Sabtu (21/3/2015), Obama menjelaskan bahwa ia melakukan percakapan telepon dengan Netanyahu pada hari Kamis (19/3/2015), dua hari setelah pemimpin Israel tersebut terpilih kembali.
βAku mengatakan kepadanya bahwa kami tetap percaya akan solusi kedua negara adalah satu-satunya cara untuk kedamaian jangka panjang Israel, jika ingin tetap menjadi negara Yahudi yang baik dan demokratis,β kata Obama. βDan aku mengatakan kepadanya bahwa mengingat pernyataan-pernyataannya sebelum pemilu, itu akan sulit untuk menemukan titik temu di mana orang-orang serius mempercayai bahwa mungkin akan ada negosiasi (kedua negara)."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(fjr/fjr)











































