"Kami menyesalkan kebrutalan teroris yang mendalangi serangan tak beralasan terhadap warga Yaman, yang sedang menjalankan ibadah salah Jumat," ujar juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Sabtu (21/3/2015).
Dalam pernyataannya, militan ISIS cabang Sanaa, Yaman, mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri terhadap dua masjid Syiah di Yaman, pada Jumat (20/3). ISIS menyebut serangan ini baru awal saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita telah melihat klaim semacam ini sebelumnya, dari kelompok ekstremis lainnya," sebut Earnest.
Dia menambahkan, klaim semacam ini, termasuk sumpah setia kepada ISIS oleh militan-militan lokal biasanya hanya dilakukan demi tujuan propaganda.
Sementara itu, militan Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) telah memberikan pernyataan yang isinya membantah keterkaitan dengan serangan bom tersebut.
"Serangan tak bermoral terhadap jamaah muslim saat Salat Jumat ini tidak hanya semakin menyoroti kekejian teroris dan ancaman yang mereka berikan terhadap warga Yaman, dan warga dunia," tutur juru bicara Dewan Keamanan Nasional pada Gedung Putih, Bernadette Meehan, sembari mendorong seluruh warga Yaman untuk bersatu melawan teror.
(nvc/gah)











































