Bahkan kerusuhan yang berlangsung selama dua hari pada Juli 2014 di Mandalay ini berujung pada tewasnya satu warga penganut Buddha dan satu warga muslim setempat. Demikian seperti dilansir Reuters, Jumat (20/3/2015).
Dalam kerusuhan tersebut, sebanyak 300 warga penganut Buddha menyerbu sebuah kedai teh milik pria muslim yang dituding memperkosa seorang wanita Buddha yang merupakan pegawainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tindak mereka menyebarkan tudingan palsu memicu kerusuhan di lingkungan yang damai, bahkan menewaskan dua orang, memicu ketidakpercayaan dan konflik antara dua pihak," sebut pejabat pengadilan Mandalay yang enggan disebut namanya, mengenai putusan pengadilan.
Pemerintahan yang dipimpin Presiden Thein Sein melakukan reformasi ekonomi dan politik besar-besaran setelah dia menjabat pada tahun 2011 lalu, usai Myanmar dikuasai junta militer selama 49 tahun.
Namun pemerintahan Myanmar mengalami perjuangan dalam mencegah dan mengurangi kekerasan anti-muslim yang sejak Juni 2012, telah menewaskan sedikitnya 240 orang. Sebagian besar korban dalam kekerasan sektarian di Myanmar merupakan warga muslim.
(nvc/nwk)










































