Seperti dilansir CNN, Jumat (20/3/2015), lima siswa dari Flowing Wells High ini ditangkap polisi dan dijerat dakwaan berkonspirasi untuk melakukan pembunuhan. Rencana jahat ini terbongkar ketika seorang remaja lainnya dari sekolah yang sama, melapor kepada pihak sekolah.
Pihak sekolah lantas melaporkan rencana pembunuhan ini kepada polisi setempat. Ditambah, ada laporan siswa yang membawa pisau ke sekolah. Juru bicara kepolisian setempat, Sersan Pete Dugan menuturkan, otoritas sekolah berhasil menemukan siswa yang membawa senjata sebelum polisi datang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap pertemuan semakin mendalam proses perencanaannya, dan pertemuan terakhir ketika mereka memutuskan untuk membawa senjata. Mereka bahkan memutuskan lokasi pembunuhan, suatu tempat di sekolah. Pertemuan-pertemuan ini berlangsung selama sekitar seminggu," imbuhnya.
Tidak disebut lebih lanjut identitas korban. Namun Dugan menyatakan, kelima remaja ini mengenal korban yang menjadi targetnya. Sedangkan lima remaja ini terdiri atas dua remaja putri dan tiga remaja putra.
"Ini bukan aksi acak. Mereka menargetkan seseorang yang bergaul dalam kelompok yang sama dengan mereka. Seseorang yang memiliki masalah dengan mereka dan memutuskan untuk membunuh," sebutnya.
Tidak disebutkan lebih lanjut mengenai motif dan masalah yang memicu niat kelima remaja ini untuk membunuh teman mereka.
Kini, kelima remaja ini mendekam di dalam Pima County Jail. Mereka diidentifikasi sebagai Christopher Gibson (18), Anastasia Lakin (17), Jessica Good (17), Gabriel Quiroga (15) dan Andrew Totten (15).
"Kami berhasil menghentikannya sebelum terjadi, dan kasus ini sampai pada titik di mana kita pikir ini akan terjadi," tandas Dugan.
(nvc/ita)











































