Pria tua bernama Mitsuyoshi Kamiya itu ditangkap polisi di Okinawa, Jepang selatan pada Kamis (19/3), atas kecurigaan menelepon kedutaan AS awal bulan ini untuk menyebut soal pengeboman.
"Bom Kamp Schwab (di Okinawa). Bom kedutaan," ujar Kamiya dalam bahasa Inggris via telepon, seperti disampaikan juru bicara kepolisian Jepang seperti dilansir AFP, Jumat (20/3/2015). Panggilan telepon tersebut dilakukan Kamiya sebanyak tiga kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut juru bicara kepolisian, Kamiya mengakui telah melakukan panggilan telepon soal ancaman bom tersebut. Namun mengenai ancaman pembunuhan Kennedy, Dubes AS untuk Jepang, Kamiya belum dikenai dakwaan apapun.
Kennedy, satu-satunya anak yang masih hidup dari mendiang mantan presiden AS John F. Kennedy, mulai menjabat posisinya sebagai Dubes di Tokyo pada November 2013. Dia pun menjadi Dubes AS wanita pertama bagi Jepang.
Stasiun televisi Jepang, NTV melaporkan, kepolisian Jepang masih menyelidiki ancaman pembunuhan terhadap Kennedy yang disampaikan seorang penelepon tak dikenal.
(ita/ita)











































