Temuan mayat pria tersebut mendapat perhatian cukup besar dari media-media AS. Terlebih lagi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dan sensitivitas seputar ras di negeri adikuasa itu.
Jasad tersebut ditemukan pada Kamis, 19 Maret waktu setempat oleh polisi yang melakukan pencarian orang hilang di kawasan hutan dekat Port Gibson, sekitar 100 kilometer barat daya Jackson.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para penyidik FBI kini tengah memeriksa lokasi untik mencari bukti-bukti guna memastikan penyebab dan cara kematian pria itu. Belum jelas apakah pria tersebut telah dibunuh atau bunuh diri.
Insiden ini mendapat perhatian luas dari publik AS. Kelompok hak-hak sipil berpengaruh di AS, NAACP (National Association for the Advancement of Colored People) bahkan telah meminta otoritas federal untuk menyelidiki kasus ini.
(ita/ita)










































