Otoritas setempat tidak memberikan keterangan detail mengenai pelaku serangan, yang menewaskan 20 turis asing dan 2 warga Tunisia itu. Sejauh ini juga belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Tunisia Mohamed Ali Aroui mengatakan pada radio nasional, bahwa para penyerang tersebut merupakan Islamis. Namun tidak dijelaskan lebih detail mengenai hal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, seorang militan ISIS di kota Raqqa, Suriah mempertanyakan mengapa para jihadis di Tunisia tidak menyampaikan janji kesetiaan pada pemimpin ISIS.
Serangan di museum nasional Tunisia itu dielu-elukan oleh para pendukung ISIS secara online. Namun hingga kini belum ada pernyataan apapun dari kelompok ISIS.
"Kelihatannya ini serangan ISIS namun kita harus ingat bahwa ada pula kemungkinan lainnya," cetus Christopher Chivvis, pakar keamanan di perusahaan RAND Corporation.
"Itu bisa saja Ansar al Shariah in Tunisia, yang merupakan kelompok lokal. Bisa juga kelompok Qaeda in the Islamic Maghreb," tuturnya.
(ita/ita)











































