Ayah dari keluarga asal Kolombia itu berhasil selamat dari penembakan brutal yang terjadi pada Rabu (18/3) waktu setempat. Demikian seperti dilansir AFP dan Reuters, Kamis (19/3/2015).
Kementerian Luar Negeri Kolombia telah memastikan dua warganya tewas dalam penembakan itu, namun mereka tidak menjelaskan lebih detail soal identitasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kolombia menyerukan komitmen penuh untuk menghormati HAM. Dengan demikian, ini menggarisbawahi penolakan tegas Kolombia terhadap aksi teror dan kekerasan," imbuh pihak Kementerian Luar Negeri Kolombia.
Sejauh ini, korban penembakan brutal di Museum Nasional Bardo, di Tunis mencapai 22 orang, yang terdiri atas dua warga Tunisia dan 20 turis asing. Para turis asing tersebut berasal dari beberapa negara seperti, Prancis, Spanyol, Jepang, Australia, Italia dan Polandia.
Sedangkan sekitar 40 lainnya mengalami luka-luka akibat penembakan itu.
Presiden Prancis Francois Hollande memastikan dua warganya tewas dalam penembakan itu, dan sedikitnya 7 warga Prancis lainnya luka-luka. Kemudian Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe juga menyatakan, tiga warganya tewas dan tiga warga Jepang lainnya luka-luka dalam penembakan itu.
Secara terpisah, otoritas Spanyol dan Italia juga memastikan dua warga Spanyol dan tiga warga Italia tewas dalam penembakan tersebut. Detail korban tewas dari negara-negara lainnya belum bisa dipastikan.
(nvc/ita)











































