Kasus ini berawal ketika Kedutaan Besar AS di Tokyo menerima ancaman pembunuhan via telepon, bulan lalu. Ada beberapa panggilan telepon berisi ancaman pembunuhan yang disampaikan oleh seorang pria dengan bahasa Inggris.
Ancaman pembunuhan juga dilontarkan terhadap Konsul Jenderal AS di Okinawa, Alfred Magleby. Demikian seperti dilaporkan surat kabar setempat, Yomiuri Shimbun dan dilansir Reuters, Rabu (18/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ancaman ini muncul selang dua minggu setelah Duta Besar AS untuk Korsel, Mark Lippert, diserang pria berpisau saat menghadiri suatu acara di Seoul. Akibat serangan itu, Dubes Lippert mengalami luka cukup parah di bagian wajahnya.
Serangan yang terjadi di Korsel tersebut memicu perdebatan soal keamanan dan pengamanan setiap diplomat AS yang bertugas di luar negeri. Departemen Luar Negeri AS menegaskan, pengamanan bagi Dubes Lippert sudah sangat memadai.
Laporan soal ancaman terhadap diplomat AS di Jepang ini muncul menjelang kunjungan Ibu Negara AS Michelle Obama ke Jepang, selama tiga hari. Pihak Departemen Luar Negeri AS belum bisa dimintai komentar terkait hal ini.
(nvc/nrl)











































