Seperti dilansir Reuters, Rabu (18/3/2015), pengacara bernama Samiullah Afridi ini tewas ditembak ketika baru pulang ke rumahnya di wilayah Peshawar pada Selasa (17/3). Disebutkan, Afridi baru pulang dari luar negeri, setelah meninggalkan Pakistan demi keselamatannya.
"Dia (Afridi-red) baru pulang ke rumahnya, ketika sekelompok pria bersenjata melepas tembakan. Dia tewas di lokasi kejadian," tutur polisi setempat, Jamal Hussain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Afridi mendampingi dokter Shakil Afridi yang divonis 33 tahun penjara pada tahun 2012 lalu, karena menggelar kampanye vaksinisasi palsu demi membantu CIA melacak Osama bin Laden. Vonis tersebut dicabut pada tahun 2013 lalu dan kini dokter Shakil tengah mendekam di penjara menunggu proses persidangan yang baru atas kasusnya ini.
Atas penembakan ini, dua kelompok militan Pakistan mengklaim bertanggung jawab. "Kami membunuhnya karena dia membela Shakil, yang merupakan musuh kami," tegas Jundullan, militan pecahan Taliban.
Secara terpisah, pecahan Taliban lainnya, Tehrik-e-Taliban Pakistan Jamaatul Ahrar (TTP-JA) mengklaim pihaknya yang menembak mati Afridi.
"Dokter Shakil Afridi memata-matai pemimpin tertinggi dan terhormat kami Sheikh Osama, untuk CIA. Samiullah Afridi membelanya dalam kasusnya, itulah mengapa kami memutuskan untuk menghabisinya ketika kami tak bisa mendekati dokter Shakil," ujar juru bicara TTP-JA, Ehsanullah Ehsan.
Afridi sendiri sebenarnya berhenti menjadi pengacara dokter Shakil sejak tahun 2014 lalu, dengan alasan dirinya telah menjadi target. Dia mengungsi ke luar negeri untuk menghindari ancaman terhadap dirinya dan keluarganya. Namun ternyata dia tewas begitu kembali ke Pakistan.
(nvc/ita)










































