Diberitakan media Israel, seperti dilansir Reuters, Rabu (18/3/2014), penghitungan suara dalam pemilu Israel kini sudah mencapai 99,5 persen, sehingga perolehan suara sudah bisa dijamin keakuratannya.
Partai Likud meraup mayoritas 29-30 kursi dari total 120 kursi parlemen Israel atau yang biasa disebut Knesset. Sedangkan kelompok oposisi, Persatuan Zionis hanya meraup 24 kursi saja. Partai politik lainnya meraup kursi lebih sedikit dari itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataannya, Netanyahu menyatakan Likud siap membentuk pemerintahan baru dalam beberapa minggu ke depan. Dibutuhkan kemampuan melobi yang ulung dari Netanyahu dan Likud untuk menggalang koalisi partai, hingga mencapai mayoritas 61 kursi di dalam parlemen.
"Kenyataan tidak menunggu kita. Warga Israel mengharapkan kita segera menyatukan kepemimpinan yang akan bekerja untuk mereka, terkait keamanan, ekonomi dan masyarakat seperti yang menjadi komitmen kita -- dan kita akan melakukannya," sebut Netanyahu.
Selama sejarah pemilu Israel, memang tidak ada partai yang meraih suara mayoritas di dalam parlemen secara langsung. Namun kemenangan jatuh kepada partai yang berhasil menggalang koalisi besar di parlemen.
Netanyahu menambahkan, proses perundingan dengan Partai Jewish Home yang dipimpin Naftali Bennett telah dimulai. Partai yang masih dilobi untuk mau bergabung dengan koalisi Likud ialah Partai Kulanu, yang dipimpin oleh bekas anggota Likud, Moshe Kahlon yang meraup 10 kursi dalam parlemen.
Secara terpisah, pemimpin kelompok oposisi Israel dari Persatuan Zionis, Isaac Herzog mengaku telah mengucapkan selamat kepada Netanyahu atas kemenangannya dalam pemilu.
"Beberapa menit lalu, saya berbicara dengan PM Benjamin Netanyahu dan mengucapkan selamat atas pencapaiannya dan mendoakannya," tutur Herzog kepada wartawan setempat.
(nvc/ita)











































