Seperti dilansir AFP, Senin (16/3/2015), otoritas Turki mengumumkan pihaknya menangkap seorang agen intelijen, yang bekerja sebagai mata-mata untuk negara yang tidak disebut namanya, namun tergabung dalam koalisi Amerika Serikat.
Tidak banyak informasi yang diungkap ke publik. Hanya disebut bahwa agen intelijen yang ditangkap itu berkewarganegaraan Suriah. Laporan media Turki menyebut agen itu bekerja untuk intelijen Kanada. Namun otoritas Kanada telah membantah laporan itu.
Surat kabar Milliyet melaporkan, agen yang ditangkap ini menyamar sebagai dokter gigi dan menggunakan nama dokter Mehmed Resid di Turki. Kepada kepolisian Turki, dia mengaku menerima banyak uang yang dikirim dari luar negeri, untuk kemudian dikirimkan kepada ISIS di Suriah.
Namun tidak disebut lebih lanjut dari mana asal uang itu, hanya disebut berasal dari luar negeri.
Menurut agen ini, dirinya mengambil uang tunai dari salah satu cabang Western Union di Turki, lalu mengantarkannya kepada seorang pembuat perhiasan asal Suriah, yang bekerja di kota Sanliurfa, Turki bagian selatan dan terletak dekat dengan perbatasan Suriah.
Pembuat perhiasan itu lalu menghubungi koleganya di Suriah. Seorang pria paruh baya lalu akan datang mengambil uang tunai itu di toko perhiasan yang dimaksud. Agen ini juga mengutarakan bahwa saudara laki-lakinya yang tinggal di Raqqa, Suriah, basis kuat ISIS, akan menerima uang tunai itu lalu menyerahkannya secara langsung kepada ISIS.
Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyebut agen ini masih berada dalam penahanan otoritas Turki. Cavusoglu juga menegaskan, agen ini tidak bekerja untuk negara Uni Eropa maupun AS.
Spekulasi beredar bahwa agen ini bekerja untuk otoritas Yordania. Hal ini setelah sang agen mengaku dirinya terus berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Kanada di Yordania. Agen ini juga mengaku dirinya pernah memberikan informasi intelijen kepada kepolisian Yordania, melalui pejabat diplomatik Kanada di Yordania.
(nvc/ita)











































