Organisasi pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights mencatat ada 215.518 korban tewas dalam konflik Suriah sejak Maret 2011 lalu. Dari jumlah tersebut, lebih dari 66 ribu orang merupakan warga sipil.
Sedangkan sebanyak 10.808 orang merupakan anak-anak dan 7 ribu orang lainnya merupakan wanita. Jumlah tersebut juga termasuk 5 ribu orang yang tewas dalam serangkaian kekerasan di Suriah dalam waktu 5 minggu terakhir. Demikian seperti dilansir Reuters, Senin (16/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tambahannya, sebanyak 3.401 korban tewas merupakan pejuang Syiah dari luar Suriah, yang ikut bertempur melawan kelompok pemberontak yang berusaha melengserkan Presiden Bashar Al-Assad. Di antara pejuang asing tersebut, terdapat ratusan anggota Hizbullah dari Libanon.
Sementara itu dari sisi pemberontak, Syrian Observatory menyebut sebanyak 27 ribu pemberontak dan militan tewas dalam konflik Suriah. Mereka terdiri atas anggota ISIS serta militan Al-Nusra Front yang masih terkait dengan Al-Qaeda.
Sedangkan lebih dari 39 ribu korban tewas lainnya merupakan pemberontak yang tidak tergabung dalam kelompok militan manapun. Dalam laporannya, Syrian Observatory menyebut, masih ada sekitar 3.417 korban tewas yang belum bisa diidentifikasi.
Direktur Syrian Observatory, Rami Abdel Rahman menuturkan, jumlah korban tewas dalam konflik Suriah itu masih belum lengkap. Menurutnya, hal ini karena masih ada sekitar 20 ribu orang yang hilang dan belum diketahui nasibnya.
"Tentunya (jumlah korban tewas yang sebenarnya) jauh lebih tinggi dari 215 ribu orang seperti yang kami catat, karena ada banyak orang yang masih hilang, yang kondisinya masih belum diketahui," tuturnya.
"Lebih dari 215 ribu orang dan dunia internasional tetap diam dan tidak satupun kejahatan yang dihukum oleh pengadilan internasional," imbuh Abdel Rahman.
(nvc/ita)











































